Kerontokan rambut adalah hal yang meresahkan. Namun, bagi penderita diabetes, rambut rontok biasanya bukan sekadar masalah kosmetika biasa. Tak seperti orang lain, penyebab kebotakan pada penderita diabetes, ada hubungannya dengan gula darah.
Meski diabetes tak bisa sembuh secara total, untungnya penderita diabetes tetap bisa mencegah dan mengatasi gejala kerontokan rambut seperti ini. Di artikel ini, kita akan bahas apa penyebab sebenarnya dan bagaimana cara mengatasinya.
Kenapa Diabetes Bisa Memicu Kebotakan?

Diabetes terjadi di saat tubuh tidak bisa memproduksi cukup insulin, atau insulin tidak bekerja efektif. Akibatnya, gula menumpuk di dalam darah. Nah, penumpukan gula inilah yang menjadi biang kerok gangguan pada berbagai sistem tubuh, termasuk siklus pertumbuhan rambut Anda.
Tubuh kita ibarat mesin yang sangat kompleks, dan gula darah adalah bahan bakarnya. Namun, jika bahan bakarnya terlalu melimpah (hiperglikemia), mesin justru bisa macet. Secara alami, rambut kita tumbuh melalui tiga fase penting.
- Fase pertumbuhan, yakni saat rambut tumbuh aktif, dan berlangsung sekitar 2 tahun.
- Fase transisi, masa rambut berhenti tumbuh tetapi masih menempel.
- Fase istirahat, rambut tidur sekitar 100 hari sebelum rontok dan berganti rambut baru.
Mengutip dari Hello Sehat, pada penderita diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol, fase pertumbuhan ini terganggu. Rambut dipaksa masuk ke fase istirahat lebih cepat, dan fase rontoknya menjadi lebih sering. Hasilnya, rambut akan makin menipis dan sulit tumbuh panjang.
Kenapa Gula Darah Tinggi Menyebabkan Kerontokan Rambut?
Kadar gula darah yang terlalu tinggi, bisa memengaruhi beberapa fungsi organ di dalam tubuh sehingga memicu kebotakan pada diabetes. Agar lebih jelas, berikut adalah tiga mekanisme utama kenapa diabetes bisa merusak rambut.
1. Macetnya Sirkulasi Darah

Darah bertugas membawa oksigen dan asupan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk ke folikel (akar) rambut. Supaya rambut dapat tumbuh kuat, folikel butuh pasokan nutrisi yang lancar. Sayangnya, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang bisa merusak pembuluh darah.
Ketika sirkulasi darah terganggu dan terhambar, folikel rambut tidak mendapatkan asupan oksigen dan makanan yang cukup. Kekurangan nutrisi ini membuat akar rambut melemah, sehingga rambut tumbuh lebih lambat, rapuh, dan akhirnya mudah rontok.
2. Gangguan Imun & Hormon

Selain faktor gula darah, diabetes terkadang juga ada kaitannya dengan gangguan sistem kekebalan tubuh lain. Mengutip dari Hello Sehat, gangguan hormon tiroid menjadi salah satu biang keroknya. Gangguan ini bisa mengubah siklus alami rambut dan menyebabkan kerontokan.
Selain masalah hormon tiroid, menurut studi dari Royal Infirmary of Edinburgh, penderita diabetes juga berisiko terkena gangguan bernama Alopecia areata, yakni kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut yang sehat karena menganggapnya ancaman.
Kondisi ini menyebabkan kerontokan rambut yang membentuk pola bulatan-bulatan tertentu (pitak). Namun, intensitas rambut yang rontok bisa beda-beda pada setiap pasien, tergantung jumlah folikel yang terpengaruh. Kondisi ini, lebih sering ditemui pada pasien diabetes tipe 1.
3. Stres Fisik & Emosional
Mengelola dan melakukan rawat jalan pada penyakit kronis seperti diabetes memang bisa memicu stres. Stres, baik secara fisik maupun emosional, terbukti bisa berdampak langsung pada kadar hormon dalam tubuh.
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Peningkatan kortisol ini dapat menyebabkan resistensi insulin (tubuh semakin sulit memproses gula) dan secara langsung mengganggu fungsi folikel rambut.
Hal ini menciptakan siklus yang berulang; gula darah naik menyebabkan stres, dan stres memperparah kondisi gula darah serta kerontokan rambut. Tak heran, stres pada penderita diabetes berisiko memicu kebotakan dan kerontokan rambut.
Mengatasi dan Mencegah Kerontokan Rambut

Meski bisa sampai menyebabkan kebotakan, tetapi kerontokan rambut akibat diabetes sebagian besar bersifat sementara. Nah, Anda bisa mengatasi dan mengembalikan kesehatan rambut dengan fokus pada pengendalian diabetes itu sendiri.
Prioritas utama tetaplah usaha mengendalikan kadar gula darah. Saat kadar gula darah stabil, Anda bisa mencegah kerusakan pada pembuluh darah, sehingga aliran nutrisi ke akar rambut kembali lancar. Untuk tips lainnya, fokusnya adalah pada perubahan gaya hidup.
- Mengoleskan vitamin rambut dengan biotin atau obat rambut rontok yang mengandung minoxidil pada kulit kepala.
- Mengonsumsi nutrisi yang baik untuk kesehatan kulit kepala seperti telur, kacang-kacangan, alpukat, dan ikan.
- Aktif bergerak, membatasi makanan yang bisa menaikkan kadar gula darah, dan mengelola stres dengan baik.
- Menjalani pengobatan medis, khusunya untuk pasien diabetes yang mengalami rambut rontok karena Alopecia areata.
Nah, selain itu, penderita diabetes juga dapat berikhtiar untuk menjaga kadar gula darah dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Terbuat dari formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, dengan khasiat menurunkan gula darah yang telah terbukti secara empiris.

